Profil

Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia ( LKBH FH UII) yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan LKBH UII. Pada awalnya LKBH UII didirikan atas gagasan dari beberapa aktivis mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia dan beberapa dosen yang memiliki komitmen terhadap penegakan hukum (Law enforcement) di tanah air, khususnya “Access to Justice “ bagi warga masyarakat yang kurang mampu baik secara ekonomi, sosial, maupun politik serta warga masyarakat yang terpinggirkan. LKBH FH UII ini didirikan di Yogyakarta secara de facto pada tahun 1975, namun secara de jure adalah pada 23 juli 1978. Sistem politik yang dibangun dan dijalankan pada masa itu sangat berpengaruh tidak hanya terhadap produk hukum yang dilahirkan yang sangat kental dengan materi muatan “hukum yang otoriter“ yang cenderung bersifat “status quo”, namun juga penegakan hukum (Law enforcement) yang cenderung tidak berpihak kepada keadilan, tetapi lebih berpihak kepada “kemauan” penguasa.

Di samping itu, kurang transparannya biaya berperkara di pengadilan, sulitnya mendapatkan pengacara dan lembaga-lembaga atau institusi- institusi yang memiliki komitmen untuk penegakan keadilan dan kepedulian terhadap warga masyarakat yang kurang mampu dan yang terpinggirkan telah semakin menjauhkan warga masyarakat tersebut untuk mendapatkan keadilan. Sebagaimana diketahui sebagian besar masyarakat kita masih dalam taraf garis kemiskinan. Jangankan untuk membayar biaya perkara ke pengadilan dan membayar pengacara (advokat), untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang bersifat primer saja mereka sudah mengalami kesulitan. Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan kebutuhan terhadap keadilan juga sangatlah mereka butuhkan terutama terkait dengan pemenuhan dan perlindungan terhadap hak-hak mereka. Melihat situasi sulit dan kompleks yang dihadapi oleh warga masyarakat tersebut, beberapa aktivis mahasiswa FH UII dengan didukung oleh beberapa dosen menggagas berdirinya sebuah lembaga yang memiliki komitmen dan kepedulian dalam memberikan “bantuan hukum” kepada warga masyarakat yang kurang mampu dan yang terpinggirkan itu. Lembaga yang dimaksud kemudian dikenal dengan nama “LKBH”.

Dalam perkembangannya, LKBH tidak hanya sekedar memberikan “bantuan hukum” kepada warga masyarakat tersebut, tetapi lebih dari itu juga telah berfungsi sebagai semacam “laboratorium” civitas akademika FH UII (dosen, alumni, dan mahasiswa) dalam melakukan pengabdian bagi masyarakat di bidang hukum.

Visi

Pemberdayaan masyarakat di bidang hukum dalam rangka mewujudkan keadilan (Justice for All) tanpa membeda-bedakan latar belakang agama, suku, warna kulit, jenis kelamin, dan lain-lain.

Misi

  • Membuka Access to Justice bagi warga masyarakat terutama mereka yang kurang mampu dan terpinggirkan;
  • Pelibatan mahasiswa, alumni dan dosen dalam pemberian pelayanan hukum kepada warga masyarakat;
  • Membangun dan mengembangkan kesadaran dan kemampuan warga masyarakat dalam penyelesaian masalah-masalah hukum, khususnya secara non litigasi.

Struktur Organisasi

Alamat

Konsultasi

Punya permasalahan hukum? segera konsultasikan dengan kami